Review Buku Supernova : Kesatria Putri dan Bintang Jatuh

Anda sedang mencari bacaan fiksi yang menarik dan asyik?

Jika ya maka buku yang satu ini akan cocok untuk Anda. Khususnya bagi Anda penggemar novel science fiction. Buku yang akan saya review kali ini adalah buku Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Novel ini adalah seri pertama dalam serial Supernova karya Dee Lestari.

Penasaran? Mari kita ulas.

Sekilas Cerita Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh

supernova 1Karena novel ini adalah seri pertama, maka di sinilah serial Supernova akan bermula. Dee mengawali bukunya dengan memperkenalkan tokoh awal Supernova, yakni Ruben dan Dimas. Keduanya adalah pasangan gay yang berprofesi di bidang akademis. Cerita diawali ketika mereka membuat novel yang memadukan fiksi populer dengan teori-teori ilmiah.

Tanpa mereka duga, cerita tersebut justru menjadi kejadian nyata di dunia nyata. Di lain tempat ada tokoh bernama Ferre. Ferre ini benar-benar pria idaman, eksekutif muda, punya karir gemilang, tampan, dan pastinya sukses. Suatu saat Ferre diwawancarai seseorang bernama Rana. Tak disangka pertemuan mereka justru menjadi awal cinta yang “terlarang”.

Bukan, ini bukan percintaan antara anak yang tahu-tahu bertemu ibunya, bukan seperti itu. Yang terjadi adalah Rana sudah bersuami. Namun di sisi lain ia merasa terkekang dan butuh kebebasan. Terjadilah jalinan cinta di antara Rana dan Ferre. Tokoh Rana ini mengingkatkan Ferre pada dongeng masa kecilnya. Ia menganggap Rana sebagai putri yang ada dalam dongengnya.

Sayangnya suami Rana (Arwin) akhirnya mengetahui hubungan istrinya. Di luar ekspektasi, Arwin mampu menyikapi “musibah” tersebut dengan cara yang tak terduga.

Konflik dalam novel ini banyak berkutat di antara Ferre, Rana, dan Arwin.

Ada juga tokoh bernama Diva Anastasia. Ia seorang model kelas atas. Tak sekadar menjadi model, ia juga wanita panggilan dengan bayaran termahal. Dalam novel ini, Diva berperan sebagai side player yang punya peran signifikan. Kelak, Diva Anastasia akan punya hubungan “khusus” dengan Ferre. Apakah hubungan khusus tersebut? Ada baiknya jika Anda baca langsung novel ini.

Tak hanya Diva, juga ada tokoh bernama Supernova. Supernova ini adalah cyber avatar. Supernova dikenal luas di dunia maya dan banyak orang berbondong-bondong untuk berdiskusi atau sekadar bercerita dengan Supernova. Ibaratnya, Supernova adalah seorang master yang serba tahu tentang peliknya persoalan dunia. Bahkan, Arwin, Ferre, dan Rana pun ikut meminta nasihat dan pandangan si Supernova.

Supernova ini keren banget. Saya membayangkan Supernova ini seperti versi misteriusnya dari Mario Teguh. Itu lho motivator yang dulu dikenal karena acara Mario Teguh Golden Ways di Metro TV. Supernova ini mungkin versi nyentrik dan misterius dari seorang motivator, tapi ia hadir dalam wujud cyber avatar di internet. Banyak masalah bisa dibahas oleh Supernova, dari percintaan, peliknya hidup manusia, dan banyak lagi. Hanya saja, Supernova bukan hadir dengan senyum ramah dan berkata “salam super”, melainkan Supernova ini misterius (tidak diketahui siapa dibaliknya dan di mana keberadaannya).

Hanya saja, pada akhirnya akan terungkap siapa sosok dibalik Supernova. Setelah Anda membaca semua seri dalam Supernova, Anda akan tahu siapa sih Supernova itu.

Tokoh-tokoh dalam film Supernova.
Tokoh-tokoh dalam film Supernova. Film Supernova ini dirilis pada tahun 2014 lalu.

Selain bercerita tentang romansa antara Ferre dan Rana, Dee juga menyingkap cerita-cerita lain seputar Ruben dan Dimas, plus Diva dan kehidupannya. Jadi, dalam satu novel Anda akan menjumpai 3 potong cerita besar. Masing-masing cerita tersebut punya tokohnya masing-masing.

Inspirasi dan Kritik yang Dihadirkan Dee Lestari

Dari setiap karya kita pasti memetik pembelajaran. Menurut saya, Dee mencoba melakukan kritik sosial tentang pernikahan. Lewat karya ini Dee mengajak kita untuk berefleksi apakah kita benar-benar mencintai pasangan kita? Apakah pernikahan hanya sekadar cap resmi untuk bisa melakukan hubungan seksual? Apakah pernikahan hanya sekadar pemenuhan keinginan keluarga demi status sosial?

Setelah membaca buku ini saya mendapatkan inspirasi baru tentang cinta. Saya jadi tahu tahapan tertinggi ketika seseorang mencintai pasangannya.

Selain itu, Dee juga menyentil sejumlah realitas di sekitar kita. Tentang realitas ketika orang tua yang terlalu memaksakan anak-anak mereka, realitas ketika kita menjadi budak dari industri dan modernisasi, dan banyak lagi.

Saya akui Dee juga cukup berani mengangkat topik seputar hubungan sesama jenis. Apalagi novel ini ditulis tahun 2001. Belasan tahun lalu, jauh sebelum hubungan sesama jenis ramai diperbincangkan saat ini.

Nilai Untuk Novel Ini

Dari 1 – 10, saya memberi nilai 8,5 untuk novel ini. Novel ini inspiratif dan tepat untuk dijadikan sarana hiburan. Tak sekadar hiburan, tetapi hiburan yang mengedukasi. Salah satu hal yang saya sukai adalah kemapuan Dee untuk membuat kita jatuh cinta dengan tokoh dalam serial Supernova.

Jika diminta memilih, tokoh favorit saya di Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh adalah Diva. Saya juga terpesona dengan Ferre dan Rana. Siapa coba yang tidak terpesona dengan Ferre, muda, tampan, punya karir gemilang, dan sukses.

Hanya saja, saya sangat menyukai karakter Diva. Diva memang wanita panggilan, tetapi ia punya pikiran yang luas, tajam, dan mencerahkan. Adakalanya sesuatu justru menjadi sempurna karena adanya ketidaksempurnaan. Diva memang bukanlah manusia ideal. Ia boleh pintar, berwawasan luas, cantik, menarik, tapi bagi sebagian orang ia mungkin dipandang hina. Kendati demikian “pandangan hina” itulah yang menjadikan ia sempurna. Perpaduan kesempurnaan dan ketidaksempurnaan tadilah yang menjadikan saya jatuh hati dengan karakter Diva.

Nah teman-teman, itulah review terhadap Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Di tulisan berikutnya saya akan merview seri Supernova lainnya. šŸ™‚

Jefferly Helianthusonfri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *