Review Buku Agatha Christie : Iklan Pembunuhan

Nama Agatha Christie mungkin sudah tidak asing bagi mereka yang menggemari serial novel kejahatan (seperti pembunuhan, detektif, dsb). Nah, kali ini saya ingin mereview buku Agatha Christie yang berjudul Iklan Pembunuhan. Buku ini menarik, menghibur, dan dapat menjadi salah satu pilihan jika kamu sedang mencari novel-novel yang penuh hal misterius.

Ini dia reviewnya.

Sekilas Seputar Cerita Iklan Pembunuhan

Iklan pembunuhanJudul asli dari novel ini adalah A Murder is Announced. Novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1950. Bayangkan, saya baru membaca novel ini justru di tahun 2016. 66 tahun setelah novel itu terbit.

Versi bahasa Indonesia dari A Murder is Announced diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Kebetulan, saya membaca novel cetakan ke-5 (cetakan ke-5 versi Indonesia ini terbit tahun 2013).

Iklan Pembunuhan bercerita tentang penduduk Chipping Cleghorn (semacam desa gitu) yang dikejutkan oleh iklan pembunuhan yang muncul di surat kabar. Dalam iklan tersebut disebutkan bahwa akan terjadi pembunuhan di sebuah rumah pada sore hari (sekitar jam 18.30). Penduduk Chipping Cleghorn pun berdatangan ke rumah yang dimaksud.

Rumah tadi (Little Paddocks) dimiliki oleh Letitia Blacklock. Penduduk berdatangan, semula mereka mengira itu hanya lelucon belaka. Namun semua berubah ketika tepat pada jam yang dimaksud seorang pria terbunuh dan seorang wanita mengalami cedera (terluka). Kejadian itu pun memunculkan banyak tanda tanya, siapa orang yang membunuh? Apa motifnya?

Belum lagi peristiwa pembunuhan tadi terlupa, muncul keanehan lainnya. Terjadi pembunuhan dalam jarak waktu yang singkat. Tak cukup satu, beberapa pembunuhan kemudian bermunculan. Beberapa orang yang datang ke Little Paddocks sore itu juga akhirnya terbunuh.

Alhasil novel ini pun berisi cerita petualangan dalam memburu si pembunuh berdarah dingin tadi. Ada banyak kejadian menarik yang akan dijumpai. Awal dari buku ini bisa dibilang biasa-biasa saja, namun begitu telah terjadi pembunuhan, barulah cerita mulai menanjak. Petualangan dimulai dan kamu akan merasa ikut menjadi detektif. Kamu akan mulai membuat hipotesis siapa pembunuhnya.

Nilai Untuk Buku Ini

Dari 1 – 10, saya memberikan nilai 8,7 untuk Agatha Christie. Kesan pertama saya terhadap buku ini adalah tampaknya buku ini akan biasa-biasa saja. Kenapa? Sebab ketika mulai membaca, saya menjumpai cerita yang bisa dibilang cukup datar.

Agatha membuka ceritanya dengan setting kehidupan perdesaan biasa. Orang-orang saling mengenal,  tetangga juga akrab satu sama lain. Adegan awal yang ditampilkan juga biasa saja, seperti bagaimana orang di perdesaan mengomentari kejadian yang dialami tetangganya, bagaimana isu yang dibicarakan hanya isu remeh-temeh (seperti tentang hewan peliharaan, mobil bekas yang dijual, bahkan gigi palsu).

cerita

Namun penilaian saya mulai berubah ketika terjadi adegan yang ditunggu-tunggu. Ya adegan kejadian pembunuhan. Ketika adegan ini terjadi, barulah cerita memanas. Semenjak adegan ini hingga akhir, Agatha menunjukkan adegan-adegan seru. Agatha mengajak pembaca untuk berpikir dan membuat dugaan, siapa sebenarnya pembunuh dan otak kejahatan ini.

Halaman demi halaman saya balik, kata demi kata saya serap, saya mulai menduga-duga siapa sebenarnya si pembunuh. Saya bahkan sudah sampai pada kesimpulan sementara. Saya menduga bahwa si pembunuh adalah salah satu kerabat yang tinggal di rumah Letitia Blacklock. Tapi akhirnya ternyata dugaan saya salah.

Di akhir novel, Agatha memutarbalikkan kesimpulan yang sudah saya buat. Benar-benar akhir yang tak terduga.

Tokoh yang ditampilkan oleh Agatha pun sangat menarik. Ada tokoh Miss Marple, usianya sekitar 60 – kisaran 70 tahun, namun punya keahlian detektif yang tak kalah dari Sherlock Holmes. Memang kalau dibandingkan, keahlian Miss Marple masih jauh dari Sherlock. Hanya saja, kalau kita lihat cara kerjanya, Miss Marple terlihat jauh lebih manusiawi. Otaknya mungkin tidak secepat dan sedahsyat Sherlock, tapi pada akhirnya Miss Marple tetap layak diacungi jempol.

Tokoh-tokoh lain juga menarik. Mitzi (pembantu Letitia) punya karakter yang unik, Patrick Simmons dengan ketampanannya, Dora Burner dengan kepolosannya, semua melahirkan kombinasi yang apik. Khusus untuk Mitzi saya sedikti kesal sama karakternya. Nih orang kenapa bawel banget sih. Pokoknya ribet gitu lah. Kendati demikian, menjelang akhir cerita, Mitzi kebagian adegan yang keren dan luar biasa. Salut.

Keanehan Ketika Saya Menemukan Buku Ini

Ya ada keanehan ketika saya mendapatkan buku ini. Barangkali kamu akan menduga kalau novel ini saya temukan di rak buku best seller. Salah. Buku ini justru saya dapatkan saat sedang mengunjungi obral buku di salah satu mal di Bengkulu. Saya mendapatkan buku ini pada bulan Juli 2016. Ya, ini aneh, karya Agatha Christie justru ditemui di tumpukan buku obral. Apa yang aneh dengan negeri ini? Kenapa buku sebagus ini bisa sampai masuk di ajang buku obral?

Well, tentu ini tidak ada hubungan dengan kualitas karya Agatha. Hal ini terjadi karena kesalahan dalam proses marketing dan distribusi buku. Barangkali buku yang saya dapatkan ini adalah stok sisa yang tidak laku. Saya yakin, jika pemasaran buku ini dilakukan dengan tepat, buku ini pasti akan selalu laris manis. Buktinya, buku yang saya dapatkan adalah buku cetakan kelima dalam versi bahasa Indonesia.

Cetakan pertama edisi bahasa Indonesia buku ini terbit pada tahun 1984. Sedangkan cetakan keempatnya baru terbit pada April 2002.

Fenomena buku obral ini sudah pernah saya ulas dalam tulisan khusus berjudul : Obral Buku : Berkah atau Musibah?

Pesan moralnya adalah jangan lupa untuk sering-sering mampir ke ajang pesta buku/obral buku. Sebab siapa tahu, kalau beruntung, Anda bisa mendapatkan buku-buku bagus dengan harga yang sangat murah.

Novel Agatha Christie bagaikan jembatan waktu. Membaca Iklan Pembunuhan menjadikan saya seolah terbawa ke masa puluhan tahun lalu, tepatnya sekitar tahun 40 – 50’an. Ini sekaligus menjadi hiburan tersendiri bagi kita yang ingin lepas dari rutinitas hari ini. Kita akan terbawa ke suasana ketika hiruk pikuk tidak seramai saat ini, suasana ketika dunia baru lepas dari perang besar, suasana ketika semuanya tampak jauh lebih santai dibanding hari ini.

Intinya, jika Anda sedang butuh bacaan fiksi yang seru, maka Iklan Pembunuhan layak untuk Anda baca. 🙂

Jefferly Helianthusonfri

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *